***Tazkirah II ***
Pasangan Muslim Modern
1. Contoh-contoh hubungan suami isteri yang negatif
Banyak suami isteri Muslim yang memperlakukan pasangannya seperti musuh, dan bukannya sebagai teman bekerja sama. Suami merasa dirinya boss, apa pun titahnya harus terlaksana. Isteri merasa ia harus memerasa apapun yang bisa didapat dari suaminya.
Ada isteri yang sengaja tidak pernah menunjukkan perasaan puas pada apapun yang dilakukan atau dibelikan suami, semata-mata untuk mengelabui suami agar mau melakukan atau membelikan lebih banyak lagi. Isteri seperti ini senang melihat suami merasa gagal bila tak bisa membuat isterinya bergaya hidup seperti teman atau keluarga lainnya.
Ada suami yang berbicara sangat kasar kepada isterinya, menghinanya, dan bahkan menyiksanya secara fisik. Isterinya tak dibolehkan punya suara atau pendapat dalam keluarga.
2. Rumah tangga di mata Allah
Betapa sedihnya melihat hubungan yang telah dibangun dengan izin Allah Subhaanahu wa ta’ala untuk kebaikan telah dijadikan sumber pertengkaran, dusta, manipulasi, penindasan, penghinaan, dan penyiksaan. Ini bukan bentuk rumah tangga yang seharusnya.
Allah Swt menggambarkan perkawinan dengan cara yang sangat berbeda di dalam kitab suci Al-Quran: “......Dia menciptakan untukmu pasangan-pasangan dari jenismu sendiri, sehingga kamu bisa hidup tenang bersamanya, dan Dia telah memberikan cinta dan kasih sayang diantara (hati) kalian....” (Ar-Ruum: 21)
3. Jangan jadi penindas
Terlepas dari apakah Islam menjadikan suami sebagai kepala rumah tangga atau tidak, seorang Muslim tidak seharusnya jadi diktator atau tiran (penindas). Kita dituntun untuk memperlakukan isteri-isteri kita dengan baik. Nabi Muhammad Shallallaahu ‘alaihi wa sallam diriwayatkan telah bersabda: “Muslim yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaqnya, dan yang terbaik diantara kalian adalah yang paling memperlakukan isteri-isterinya.” (dari Misykat al-Masabih, diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi)
4. Jadilah teman dalam proses pengambilan keputusan
Ikutilah prinsip Syura, dan ambillah berbagai keputusan sebagai sebuah tim keluarga. Akan lebih banyak keselarasan dalam keluarga bila keputusan-keputusan tidak dipaksakan dan setiap orang merasa ambil bagian dalam pengambilan keputusan itu.
5. Jangan pernah terpancing emosi
Jangan pernah melukai atau menyiksa pasangan Anda baik secara emosional, mental, maupun fisik. Nabi Saw tidak pernah memperlakukan isterinya dengan kasar. Diriwayatkan bahwa ia pernah bersabda: “Bagaimana mereka bisa memukuli isterinya di siang hari dan tidur dengannya di malam hari?”
6. Berhati-hatilah dengan kata-kata
Berekstra hati-hatilah dengan apa yang Anda katakan ketika Anda marah. Kadang-kadang Anda akan mengeluarkan kata-kata yang tidak akan pernah Anda katakan bila tidak sedang marah. Jika Anda marah, tunggu sampai Anda tenang sebelum melanjutkan percakapan.
7. Tunjukkan rasa sayang
Tunjukkan rasa sayang kepada pasangan Anda. Bersikap sopanlah, lembut, dan penuh cinta.
8. Jadilah teman bagi pasangan Anda
Tunjukkan perhatian pada kehidupan pasangan Anda. Seringkali kita hidup serumah tapi tak tahu apa-apa mengenai kehidupan penghuninya satu sama lain. Akan sangat baik jika suami dan isteri dapat bekerja bersama dalam tujuan atau proyek yang sama. Mereka mungkin bisa berda’wah bersama di penjara, mengasuh anak yatim di rumah, atau memimpin pengajian di akhir pekan.
9. Tunjukkan penghargaan
Tunjukkan penghargaan pada apa yang dilakukan pasangan Anda untuk keluarga. Jangan pernah membuat suami Anda merasa tidak cukup melakukan yang terbaik untuk keluarga. Jangan pernanh membuat suami Anda merasa Anda tidak puas dengan kerja dan usahanya, kecuali, tentu saja, jika dia benar-benar pemalas atau bahkan tidak berusaha sama sekali mencari nafkah bagi keluarganya. Nabi Saw diriwayatkan pernah bersabda: “Di Hari Pengadilan, Tuhan tidak akan sudi memandang wanita yang tidak berterima kasih (menghargai) suaminya.” Kepada para suami, tunjukkan pula penghargaan kepada isteri Anda. Jika dia merawat dan mengurus rumah serta anak-anak, jangan pernah anggap bahwa hal itu biasa saja, atau sudah seharusnya. Itu merupakan kerja keras, dan tak seorangpun senang jika merasa tidak dihargai.
10. Bekerja bersama di dalam rumah
Rasulullah Saw diriwayatkan rajin membantu pekerjaan isteri-isterinya di rumah. Dan jika Nabi Utusan Allah saja tidak merasa rendah karena melakukan pekerjaan rumah tangga, para suami Muslim di zaman modern ini tentu tak seharusnya merasa mereka lebih dari Nabi.
11. Komunikasi itu penting
Komunikasi, Komunikasi, Komunikasi! Ini kata yang selalu muncul dalam nasihat perkawinan. Dan harus. Para suami dan para isteri harus bicara satu sama lain. Lebih baik menghadapi persoalan sejak dini dan terus terang daripada membiarkannya terpendam sampai meledak dahsyat di belakang hari.
12. Lupakan persoalan masa lalu
Jangan ungkit-ungkit berbagai persoalan masa lalu jika sudah terselesaikan.
13. Hidup sederhana lah
Jangan iri kepada mereka yang kelihatannya hidup lebih mewah daripada rumah tangga Anda. Rezeki itu jumlah dan waktunya dari Allah Swt. Demi meningkatkan rasa syukur, lihatlah kehidupan orang-orang yang lebih kekurangan dari Anda, jangan lihat mereka yang lebih dari Anda. Sering-seringlah bersyukur kepada Allah Swt atas begitu banyak karunia-Nya dalam hidup Anda.
14. Beri kesempatan pasangan Anda untuk menyendiri
Jika pasangan Anda tidak ingin bersama Anda setiap waktu, itu tidak berarti dia tidak mencintai Anda. Orang perlu menyendiri sewaktu-waktu untuk alasan yang beragam. Kadang mereka ingin membaca, ingin memikirkan persoalan-persoalannya, atau hanya ingin santai. Jangan buat mereka merasa berdosa karena ingin menyendiri.
15. Akuilah kesalahan-kesalahan Anda
Bila Anda membuat kesalahan, akuilah. Bila pasangan Anda berbuat salah, maafkanlah dia dengan mudah. Jika mungkin, jangan pernah tidur dalam keadaan saling marah dengan pasangan Anda.
16. Hubungan fisik sangat penting
Selalu siaplah berhubungan seksual dengan pasangan Anda, dan jangan biarkan hubungan seksual Anda bersifat hanya untuk memenuhi kebutuhan salah satu dari Anda berdua. Nabi Saw diriwayatkan pernah bersabda: “Tidaklah baik jika kalian meniduri isteri-isteri kalian seperti binatang buas melainkan kalian harus mengirimkan pesan cinta sebelumnya.”
17. Makanlah bersama-sama
Usahakan makan bersama seluruh anggota keluarga sebisa mungkin. Tunjukkan penghargaan kepada siapapun yang memasak maupun yang mencuci piring untuk kerja keras mereka. Nabi Saw tidak pernah mengeluh tentang makanan yang disajikan di hadapannya.
18. Berhati-hatilah tentang obrolan Anda
Jangan pernah membicarakan hal-hal rumah tangga yang pasangan Anda tidak akan suka bila mengetahuinya, kecuali jika ada alasan yang Islami untuk melakukannya. Ada suami atau isteri yang mengeluh tentang penampilan fisik pasangan mereka kepada orang lain. Ini merupakan resep yang manjur menuju kehancuran. Informasi tentang hubungan intim Anda berdua harus dijaga ketat hanya untuk Anda dan pasangan Anda.
Banyak diantara kita memperlakukan pasangannya dengan cara yang tidak pernah kita lakukan kepada orang lain. Kepada orang lain, kita berusaha sopan, baik, dan sabar. Kepada pasangan kita, kita sering tidak menunjukkan penghormatan seperti ini. Tentu saja, kita sering bersama pasangan kita di sisa-sisa waktu –saat kita kecapekan dan frustrasi setelah menghadapi hari yang berat. Setelah hari yang buruk di kantor atau pekerjaan, para suami biasanya pulang ke rumah dalam keadaan marah dan letih. Isterinya barangkali juga baru saja melewati hari yang berat dengan anak-anak dan pekerjaan rumah tangga. Para isteri dan suami harus membicarakan terus terang bom waktu seperti ini jadi kalau mereka agak gampang marah satu sama lain selama waktu-waktu seperti ini, mereka akan saling mengerti dan tidak begitu saja berpikir bahwa pasangannya tidak lagi mencintainya.
Perkawinan yang baik membutuhkan kesabaran, kebaikan, kerendahan hati, pengorbanan, empati, cinta, pengertian, mudah memaafkan, dan kerja keras. Mengikuti prinsip-prinsip di atas akan membantu memperbaiki perkawinan. Inti dari semua tips tadi bisa dirumuskan dalam satu kalimat: “Perlakukan lah selalu pasangan Anda sebagaimana Anda ingin dia memperlakukan Anda.”
Jika Anda mengikuti aturan ini, perkawinan Anda punya kesempatan lebih banyak untuk berhasil. Jika Anda mengabaikan aturan ini, kegagalan sudah dekat.
Ibrahim Bowers, pengasuh situs keluarga Muslim Kanada SoundVision.com. Artikel ini diterjemahkan dan diadaptasi dari situs itu.
My Memories
Yang Terindah Hanya Sementara

<< Home